Mencari
tenaga professional, kreatif dan cerdas untuk bergabung diperusahaan
penerbitan berskala nasional, posisi yang dibutuhkan :
1. SALES (KODE...
Mengasah Kreativitas dan Imajinasi di Fiksimini
Ternyata
asyik juga membaca cerita-cerita super pendek di akun @fiksimini di
Twitter. Cerita pendek tidak lebih dari 140 karakter itu nampak lugas,
sederhana,...
Obsesi Mengejar Malam Pertama
Ia punya minat besar terhadap seks, gambar seksi, obrolan yang berbau mesum, tontonan yang menggairahkan, rubrik dengan topik seks, especially yang diasuh...
Rahasia dan Tip Main Rubik Kurang dari 15 Detik
Bisa meratakan dan menyamakan warna pada semua sisi rubik hanya sebuah langkah awal. Selanjutnya, berlatih kecepatan hingga bisa menyelesaikan rubik...
DETAIL BUKU
Tanah Air Beta Sefryana Khairil
Harga
:
Rp.29.500,-
Ukuran
:
14 x21 cm
Tebal
:
128 hlm
Cover
:
soft
(8 halaman foto adegan film Fullcolor)
Ketika Timor-Timur berpisah dari Indonesia, perpisahan juga terjadi di antara kakak-beradik yang saling menyayangi. Mereka hidup dalam kondisi dan lokasi yang berbeda oleh sebab yang tidak mereka mengerti. Merry (10) tinggal berdua dengan ibunya, Tatiana di sebuah kamp pengungsian di Kupang, NTT. Sementara kakak laki-lakinya, Mauro (12) tinggal bersama pamannya di Timor Leste.
Tatiana dan Merry hidup di kamp bersama ratusan ribu pengungsi lainnya, di antaranya Abubakar, seorang keturunan Arab yang sudah turun-temurun hidup dan tinggal di Timor-Timur. Tatiana mengajar di sekolah darurat. Merry juga bersekolah di tempat itu bersama Carlo, seorang anak laki-laki yang sangat jail dan suka menggangu Merry—itu dikarenakan Carlo ingin sekali mempunyai seorang adik dan merasakan kembali cinta kasih keluarga.
Kehidupan yang sangat berat di kamp pengugsian dan di tengah ketidakpastian akan keberadaan anak laki-lakinya, tidak membuat Tatiana menjadi lemah. Kerinduan Merry akan kakaknya dan penderitaan yang begitu mendalam dari sang ibu, membuat Merry menjadi anak perempuan yang cerdas dan nekad.
Secercah harapan mekar kala suatu hari, dari seorang relawan, Tatiana mendapatkan informasi adanya kemungkinan ia bertemu kembali dengan anak laki-lakinya itu. Apakah harapan ini dapat terwujud? Dapatkah Merry berkumpul kembali dengan kakaknya, Mauro?